Soft Selling adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Menerapkannya

Diterbitkan

Dalam pemasaran produk secara online, istilah Soft selling adalah salah satu teknik penjualan yang lazim digunakan, untuk menarik perhatian calon konsumen di dunia online.

Menjual produk secara online tentunya sudah banyak kompetitornya saat ini. Oleh sebab itu, para seller  harus bisa membuat soft selling yang bagus, agar konsumen mau mengunjungi toko online kita, bahkan membeli produk kita secara berulang. 

Pengertian Soft Selling

Soft selling adalah suatu metode pendekatan sales yang menggunakan bahasa yang lebih halus dan membuat orang memunculkan rasa penasarannya, terhadap sesuatu yang sedang dibahas.

Yang perlu ditekankan dalam menulis materi soft selling adalah calon konsumen tidak boleh merasa diburu-buru sehingga terpaksa harus melakukan sebuah transaksi.

Soft Selling adalah

Soft selling seharusnya dapat menarik perhatian mereka (calon konsumen) untuk melihat iklan dan mendengarkan salesperson ketika sedang menjelaskan suatu produk lebih lanjut.

Metode penjualan secara halus dan persuasif ini mungkin tidak menghasilkan penjualan yang signifikan saat pertama kali digunakan, namun dapat membantu penjualan berulang.

Penjualan dengan metode soft selling adalah menekankan fokus kepada bagaimana calon konsumen ini melakukan pembelian, bukan untuk membeli produk secepatnya.

Cara Menerapkan Metode Soft Selling

Jika kamu adalah seorang pengusaha yang ingin menjual produk atau jasanya secara online, maka kamu harus tahu tentang cara menerapkan metode soft selling tersebut.

Teknik soft selling yang diterapkan, akan menjadi suatu bentuk promosi yang pasif. Teknik ini akan dibuat untuk mendorong para konsumen membeli produk atau jasa tersebut dalam jangka panjang.

Berikut ini cara melakukan soft selling yang tepat dan beberapa contoh kalimat penggunaannya:

Melakukan Riset

Jika kamu seorang pemilik usaha atau perusahaan, maka rekrut seorang Copywriter yang dapat membuat soft selling dengan baik. Kemudian, berikan Dia tugas untuk melakukan riset pasar terlebih dulu. 

Teliti mengenai sudut pandang pelanggan dan tantangan pelanggan saat ini. Kemudian, cocokan dengan produk atau jasa yang sedang ditawarkan. Riset dilakukan agar kamu bisa membuat rekomendasi terbaik dari setiap produk atau jasamu.

Membuat Iklan

Membuat iklan untuk soft selling adalah iklan yang lebih personal. Dengan begitu, konsumen akan merasa berempati terhadap iklan yang dibuat.

Bahasa iklan yang digunakan biasanya akan lebih informal dan mampu mengajak pelanggan untuk terlibat ke dalam diskusi, sebelum akhirnya memperkenalkan produk atau jasa dari perusahaan kamu.

Membangun Hubungan dengan Pelanggan

Soft selling adalah bagaimana iklan produk atau jasa kita juga dapat membuat pelanggan bertahan dan loyal dengan produk dan jasa tersebut.

Oleh karena itu, setiap melakukan promosi haruslah yang membuat pelanggan semakin suka dengan produk atau jasa kita. Sebisa mungkin harus membina hubungan yang positif, agar memudahkan penjualan dan membangun loyalitas.  

Aktif Mendengarkan Pelanggan

Tim sales yang mampu mendengar pelanggan secara aktif, dapat menjadikan pelanggan merasa didengar. Hal ini baik untuk meningkatkan loyalitas pelanggan.

Dalam soft selling, hal ini juga akan memudahkan kita dalam membuat penawaran yang memang dibutuhkan oleh pelanggan.

Bertanya Kepada Pelanggan

Selain mendengarkan keluhan pelanggan, Tim Copywriter yang akan membuat iklan soft selling juga bisa bertanya langsung kepada pelanggan. Hal itu bisa dipandang sebagai niat tulus untuk membantu memecahkan masalah pelanggan.

Buatlah pertanyaan melalui panggilan telepon kepada pelanggan. Buatlah beberapa pertanyaan terbuka dengan jawaban “ya” atau “tidak”. Membuat pertanyaan dalam bentuk survei juga bisa dilakukan.

Berikan Penilaian pada Produk

Maksud menambahkan nilai produk pada soft selling adalah menunjukkan beberapa kelebihan produk atau jasa tersebut dibandingkan para kompetitor. Berikan kesan bahwa produk atau jasa kita adalah yang terbaik di bidangnya.

Memberikan Waktu Kepada Pelanggan

Seperti telah diulas sebelumnya, soft selling adalah lebih fokus kepada bagaimana menciptakan empati pada diri pelanggan terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. 

Oleh sebab itu, jika pelanggan belum melakukan pembelian, maka berikan mereka ruang untuk membuat keputusan pembelian.

Contoh-contoh Soft Selling

Setiap perusahaan menggunakan soft selling dalam penjualannya secara berbeda-beda. Umumnya, soft selling akan disesuaikan dengan kebutuhan dan pelanggan yang menjadi target market dari perusahaan atau bisnis mereka sendiri. 

Berikut ini beberapa contoh soft selling yang disematkan dalam kalimat iklan beberapa merek ternama di Indonesia: 

Mengajak Pelanggan Terlibat langsung

Contoh : “Selamat pagi dengan Tasya? saya    mau memberi tahu Tasya soal produk baru nih. Oh iya, bagaimana kondisi kulit kamu sekarang ini?”

Contoh : “Kak Ega, paket “makanan sehat” yang dipesan kemarin mau dikirimnya dengan jasa logistik mana ya,  JNT atau Cargoku?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini jauh lebih spesifik dan membuat pelanggan akan menjawabnya.

Asumsikan Konsumen Membeli

Contoh soft selling berikutnya adalah dengan mengasumsikan konsumen membeli produk atau menggunakan jasa kita. Bisa kita berikan kalimat pertanyaan yang lebih meyakinkan sebelum mereka melakukan transaksi.

Menggunakan Kata dan Kalimat yang Sederhana

Menggunakan kata atau kalimat yang sering diucapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Contoh:

Laper tapi mager? Pesan makan lewat GoFood gratis ongkir 10rb!

Mau kenyang, hemat, mewah? Cobain deh menu ramah kantong-nya Burger King!

Penggunaan Sensory Words

Sensory word merupakan kata-kata yang mendeskripsikan sesuatu yang bisa dicium, dilihat, dirasa dan didengar oleh indera. Biasanya, kata-kata ini cocok untuk soft selling produk makanan.

Contoh:

Strawberry cake dari Toko Cakies rasanya enak, manis, dan lembut. Jadi gampang ditelan dan yang pasti bikin kenyang”

Menggunakan Kalimat Persuasif

Contoh:

Diskon kilat seharian! Puas Kulineran apa aja di GrabinFood diskon sampai 60%. Yuk, cek di aplikasi GrabinFood kamu.

Udah nyobain MAKAN GRATIS di Shopee Makan? Kalau belum, cuss aja langsung klaim dan pakai voucher di Shopee sekarang!

Soft Selling dengan Kalimat Solutif

Contoh:

Kerjaan numpuk? Coba istirahat dulu, deh. Nih, ada martabak special buat kamu.

Catering sehat Daily Eats, solusi makan sehat dan enak buat kamu yang super sibuk.

Penerapan metode soft selling adalah untuk memberikan informasi yang relevan kepada pelanggan, tentang produk atau jasa yang ditawarkan, sehingga membantu mereka mengambil keputusan pembelian.Ada banyak contoh soft selling yang biasa digunakan, tergantung dari tim sales atau tim Copywriter kamu dalam merangkai kata. Pastikan mereka memiliki skill berupa kemampuan persuasi dan negosiasi yang baik.

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.