Hard Selling Adalah: Pengertian, Keunggulan, dan Contoh-contohnya

Diterbitkan

Sebelum metode penjualan soft selling dikenal seperti sekarang ini, metode penjualan Hard selling telah lebih dulu digunakan dalam dunia pemasaran, dan dianggap efektif untuk beberapa kondisi penjualan.

Sayangnya, metode hard selling dianggap memiliki lebih banyak kekurangan, terutama dampaknya bagi konsumen itu sendiri.

Tidak heran, beberapa perusahaan malah mencampurkan metode penjualan tersebut, dengan 80% soft selling dan 20% hard selling.

Sebenarnya seperti apa metode hard selling itu? apa kelebihan dan kekurangannya? berikut ulasan selengkapnya:

Pengertian Hard Selling Adalah

Hard selling adalah suatu metode penjualan yang agresif, dengan pendekatan yang dilakukan secara langsung tanpa basa-basi kepada konsumen.

Hard Selling adalah

Ketika salesperson menggunakan hard selling untuk menjual produk, tidak jarang para konsumen merasa diburu-buru untuk segera melakukan transaksi, sehingga membuat mereka tidak nyaman.

Meskipun begitu, metode ini terbilang cukup efektif dalam beberapa kondisi. Seperti pada penjualan produk –produk makanan atau minuman, akan menjadi sangat efektif.

Pendekatan seperti ini umumnya diterapkan agar konsumen membeli barang atau jasa dalam jangka pendek dan melakukan pembelian secara langsung.

Hard selling juga sering disebut sebagai teknik provokasi, karena dijalankan dengan memprovokasi para pembeli terhadap suatu produk, yang diyakinkan dapat meningkatkan kehidupannya.

Sebagai contoh, seorang salesperson yang sedang menjual Kasur, melakukan hard selling dengan menjelaskan manfaat kesehatan jangka panjang ke depannya.

Sambil memprovokasi, salesperson juga akan memberitahukan tentang promo diskon yang menarik kepada konsumen, jika melakukan pembelian pada hari itu juga. 

Kelebihan dan Kekurangan Hard Selling

Seperti telah diulas sebelumnya, hard selling ternyata tidak selalu bisa digunakan sebagai cara untuk melakukan penjualan kepada konsumen. Lalu apa kelebihan dan kekurangan dari hard selling? Berikut ulasannya:

Menghasilkan Penjualan Lebih Banyak untuk Waktu Singkat

Salah satu kelebihan dari hard selling adalah penjual mampu mendapatkan penghasilan dalam jangka waktu yang singkat.

Hal ini dikarenakan konsumen merasakan efek urgensi dari intonasi yang diucapkan oleh salesperson sebagai hard selling, agar mereka menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat.

Membantu Konsumen yang Mengalami Bimbang

Sering menemukan konsumen yang merasa ragu-ragu ketika hendak melakukan pembelian? Kelebihan dari hard selling adalah mampu meyakinkan tipe konsumen yang seperti ini.

Terlebih jika konsumen sedang terburu-buru dan tidak punya waktu banyak untuk membeli sesuatu padahal sedang dibutuhkan.

Secara impulsif, para salesperson ini bahkan bisa melakukan penjualan kepada konsumen seperti itu, tanpa mereka merasa terpaksa melakukan pembelian.

Bukan untuk Penjualan Jangka Panjang

Setelah mengetahui beberapa kelebihan dari hard selling, ternyata kekurangannya terletak pada waktu. Di awal, metode penjualan langsung memaksa ini bisa menimbulkan kesan negatif kepada pelanggan.

Hal ini dapat membuat konsumen enggan membeli lagi produk atau jasa yang ditawarkan di masa depan nanti. Loyalitas konsumen itu sangat penting agar mereka melakukan pembelian berulang.

Suatu usaha juga bisa berjalan maksimal, jika banyak konsumennya melakukan pembelian berulang di masa depan dengan tingkat kepuasan yang stabil.

Cara Membuat Iklan Hard Selling Adalah

Mengingat salah satu kelebihan dari metode hard selling dapat meningkatkan penjualan dalam waktu singkat, kita harus tahu bagaimana cara membuat iklan hard selling yang menarik bagi konsumen. Seperti apa, berikut ulasannya:

Membuat headline yang to the point dan Persuasif

Hard selling juga harus diperkuat melalui konten iklan yang ditampilkan. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat headline. Bagian utama dari iklan itu akan menarik perhatian calon pembeli.

Sebaiknya membuat headline yang menarik dengan memunculkan poin-poin dari produk atau jasa yang sedang dijual, seperti harga misalnya. Jangan lupa juga untuk menggunakan kalimat yang persuasif.

Memanfaatkan FOMO (Fear of Missing Out)

FOMO merupakan suatu informasi yang jangan sampai dilewatkan oleh para calon pembeli produk kita. FOMO ini biasanya ditulis dalam bentuk penawaran terbatas, bonus dan periode promosi yang dilakukan.

Kalimat-kalimat berupa informasi penting tersebut, harus bisa membuat pelanggan “segera membeli” agar produk yang dijual cepat laku.

Beri Tekanan Pada Benefit yang Bisa didapatkan

Dalam iklan hard selling, menonjolkan apa yang menjadi keuntungan atau benefit dari produk harus ada. Tuliskan beberapa poin-poin keunggulan tersebut untuk menarik calon pembeli lebih banyak.

Contohnya, jika mau menjual sebuah Apartemen, maka keunggulan yang bisa ditonjolkan adalah akses jalan yang mudah, lokasi strategis dan pemandangan yang bagus di sekelilingnya.

Mencantumkan Informasi dengan Jelas

Selain menonjolkan keunggulan produk, menggunakan kata-kata persuasif, hard selling juga harus mencantumkan informasi dengan jelas. Pembeli harus mengetahui informasi dengan jelas tentang produk yang akan dibelinya, agar segera mengambil keputusan untuk melakukan pembelian.

Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling

Dalam dunia marketing, metode pemasaran yang digunakan bukan hanya hard selling, tetapi ada juga soft selling. Jika metode hard selling diterapkan agar pelanggan langsung melakukan pembelian, meskipun memberi kesan terburu-buru untuk membeli. 

Metode soft selling malah menggiring calon pembeli untuk merasakan manfaat produk, mengetahui keunggulannya, sehingga mereka diharapkan melakukan pembelian berulang di masa berikutnya.

Saat ini, khususnya di dunia online, soft selling lebih efektif digunakan dibandingkan hard selling. Soft selling sangat cocok untuk iklan-iklan di social media dan website suatu produk atau jasa. Soft selling diterapkan untuk tujuan pembelian jangka panjang. 

Contoh-contoh Hard Selling

Seperti apa contoh iklan hard selling yang sering digunakan, atau mungkin sering kita jumpai, berikut ulasannya:

“Ada diskon sebesar 50% nih buat kamu yang bawa pulang produk Chetapil apa aja, cuma hari ini sampai jam 9 malam ya!”

“Daftar Seminar Mau Kaya dengan harga Rp. 500.000, jika daftar hari ini maka biaya pendaftaran menjadi diskon 50%, bayar Rp. 250.000 saja! Tunggu apa lagi, segera daftar sekarang!”

Demikian pembahasan mengenai hard selling adalah suatu metode penjualan yang diterapkan agar konsumen langsung melakukan pembelian. 

Untuk beberapa jenis usaha seperti makanan, minuman, properti dan produk fashion, metode penjualan hard selling bisa efektif untuk mendatangkan calon konsumen. Namun, untuk menjaga loyalitas konsumen itu sendiri, sebaiknya gunakan juga metode soft selling dan hardselling dalam pemasaran produk atau jasa perusahaan kamu

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.