Apa itu Konsinyasi?

Konsinyasi adalah salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh produsen (pemilik barang) dengan pemilik toko dimana produsen menitipkan produknya di toko milik orang lain.

Sistem pemasaran konsinyasi ini banyak digunakan di bisnis offline. Karena ini solusi bagi produsen yang tidak memiliki toko. Salah satu contoh sistem konsinyasi yang sering kita temui adalah, konsinyasi produk pakaian dimana produsen pakaian menitipkan produknya di toko baju milik orang lain.

Selain itu jika di sektor UKM juga banyak ditemui, salah satunya adalah konsinyasi produk makanan. Misalnya produsen roti menitipkan produknya di toko-toko kelontong dan minimarket.

Dalam masyarakat umum konsinyasi ini juga sering disebut sistem titip.

Mekanisme dan Pembagian Keuntungan

Biasanya produsen (pemilik produk) akan mencari toko yang sekiranya cocok untuk diajak kerja sama ini. Kalau memang cocok dari segi lokasi dan lainnya, maka bisa langsung bekerja sama.

Untuk masalah pembagian keuntungan, biasanya sistem konsinyasi ini memiliki sistem harga yang sudah ditetapkan dari pemilik produk. Jadi produsen atau pemilik produk sudah memberikan harga di bawah harga pasar, kemudian pemilik toko akan menjualnya dengan harga pasar.

Nah nantinya pemilik toko mendapatkan keuntungan dari selisih harga ini. Ya sama seperti model reseller, hanya saja ini sistemnya titip.

Karena sifatnya ‘titip’, jadi pemilik toko tidak ada hak memiliki produk tersebut. Ketika nanti produk tidak laku, atau tidak habis, maka akan dikembalikan ke produsen.

Baca juga : Pengertian Iklan & Jenis-Jenis Iklan

Keuntungan dan Kerugian Sistem Penjualan Konsinyasi

Masing-masing pelaku (produsen dan pemilik toko) memiliki untung ruginya sendiri-sendiri.

Dari sisi Produsen

Keuntungan :

  • tidak perlu memiliki toko karena cukup menitipkan ke toko milik orang lain, sehingga ini menghemat biaya.
  • tidak perlu memikirkan proses penjualan, karena itu sudah diurusi oleh pemilik toko.
  • bisa fokus dalam memproduksi produk.
  • bisa memiliki pelanggan dengan cepat, asal toko yang diajak kerja sama juga memiliki pelanggan setia.

Kekurangan :

  • produk bisa tidak laku / habis dalam waktu yang cepat. apalagi jika sistem konsinyasinya hanya sekadar titip, tanpa meminta bantuan SPG untuk membantu menawarkan produknya di toko tersebut.
  • produk bisa kembali karena tidak habis, apalagi untuk produk makanan yang tidak tahan lama.
  • untuk mendapatkan keuntungan kadang lama.

Dari Sisi Pemilik Toko

Keuntungan :

  • bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa menambah risiko penjualan. Cukup menyediakan ruang untuk menempatkan produk titipan tersebut.
  • membuat toko menjadi lebih lengkap produknya. sehingga konsumen lebih suka.

Kekurangan :

  • jika tidak dimanajemen dengan baik apalagi banyak yang titip produk, kadang bisa menjadi masalah.

Itulah beberapa informasi tentang sistem penjualan konsinyasi, semoga dengan ini Anda jadi paham dan bisa mencobanya.

Baca Artikel Lainnya :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *